Sejarah singkat munculnya ilmu wali dan ilmu hitam

23 04 2009

MUQODDIMAH

Ini Kitab risalah yang dinamakan Tsamrotus Syari’ah, yang bersumber dari Al-Qur’an (tafsir Al-Jallalain) yang didalamnya menerangkan perjalanan para wali dan sekaligus pembinaan kewalian dan menerangkan ilmu Tauhid dan perwujudan dari iman. Dengan mengikuti tingkah laku para wali , kita para salik (orang yang berjalan di jalan akhirat) dapat mengikuti para wali dalam memelihara imannya. Karena iman itu tidak hanya sebagai bahan pembicaraan maupun keyakinan semata, tetapi sesuatu pekerjaan seperti halnya kita bekerja untuk memenuhi kebutuhan lahiriah semakin giat bekerja dan menekuni pekerjaan kita semakin besar hasilnya demikian juga dengan perwujudan iman kita, semakin besar dalam mengingat dan berdzikir dalam hati, maka semakin dekat kita dengan sang Kholiq.

Risalah ini secara ringkas walaupun sangat sederhana tetapi sangat agung faedahnya, karena ilmu yang akan diterangkan penulis dibelakang, merupakan fondasi/ akar/ pusat dan sekaligus penyempurna dari semua ilmu , dan merupakan syarat mutlak diterimanya semua amal ibadah kita dihadapan Allah,

Maka ilmu Tauhid harus menjadi pegangan dari mulai kita hidup di dunia sampai kita berada di alam akhirat (alam barzah). Namun sebagai manusia bila ada kekurangan dan kesalahan penulis, para pembaca Minal mursyidin wal muridin penulis mengharapkan pembenaran yang baik karena masih terbatasnya pengetahuan dan pengalaman, maka penulis memohon dengan lantaran Nabi Muhammad S.A.W. dan Sulthonul Aulia’ Syeh Abdul Qodir Al Jaelani RodhiyAllahu’anhu, semoga Allah selalu memberikan pengampunan terhadap hamba Nya, memberikan manfa’at dan memberi berkah kepada penulis dan Risalah ini. Sehingga jadi amal Jariyah Kholisoh mukhlisoh liwajhillahil karim.yang diridhoi Allah ta’ala, Amiin.

Kantongan B, Merdikorejo Tempel, Sleman, Jogjakarta, Indonesia

Penulis,

Kyai Muhammad Yasin Al-Mursyid

KEYAKINAN MANUSIA

Orang hidup itu harus memiliki pegangan atau dalam arti keyakinan hidup. Tanpa memiliki keyakinan orang tidak memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan.

Pegangan orang hidup secara batiniah itu ada tiga macam :

1. Azimat (Keris, Batu, Tombak , dan      sebagainya yang berwujud)maka bila azimat yang jadi pegangan hidup, bila orang itu akan mati azimat itu akan menjadi keyakinannya yang dapat menyelamatkan jiwanya setelah mati, maka dapat dikatakan orang itu mati menghamba kepada azimat tersebut.
2. Jin / syetan Maka bila jin atau syetan yang jadi pegangan hidup, bila orang itu akan mati jin / syetan itu akan menjadi keyakinannya yang dapat menyelamatkan jiwanya setelah mati, maka orang tersebut akan menghamba kepada jin / syetan tersebut. Syetan diciptakan dari api, maka akan kembali menjadi api, dan itu tidak dapat menyelamatkan dari api neraka.
3. Allah S.W.TMaka bila Allah yang jadi pegangan hidup, bila orang itu akan mati Allah itu akan menjadi keyakinannya yang dapat menyelamatkan jiwanya setelah mati, dan Allah itu adalah wujud dari iman sebab hanya Allah yang dapat menyelamatkan dari siksa api neraka. Maka dari itu peganglah erat-erat dan jadikan satu-satunya keyakinanmu karena itu merupakan fondasi / akar / pusat dari segala ilmu, dan Allah ini adalah ilmu kebanggaan para wali. Tidak ada ilmu lagi yang lebih tinggi dari ilmu Allah ini.

CIRI WALIYULLOH

Inilah keterangan tentang Waliyulloh sejati :

Adalah sebagai berikut :

1. … Kekasih Allah (Waliyulloh) adalah orang yang selalu memelihara lafadz (dzikir siri) Allah – Allah dalam hatinnya dan memusatkan pikiran dan angan-angannya hanya kepada Allah semata.(QS: Al Baqarah, ayat :120)

Artinya : Tidak ada ilmu yang dapat menjadikanmu kekasih Allah (selain kamu selalu mengingat akan Allah itu sendiri). Maksud dari ayat tadi yang disebut sebagai wali/ kekasih Allah adalah :

2.  Hanya Allah yang menjadi kekasih hatinya artinya Mahabbah kepada Allah taa’la

3.  Pada saat memusatkan pikiran dan angan-angan kepada Allah harus dalam bimbingan dan izin dari Guru Mursyid yang telah mendapat izin dari guru-gurunya yang memiliki silsilah ke atas sampai dengan Nabi Muhammad S.A.W yang turun langsung dari Allah S.W.T. untuk melakukan pembaiatan .

4. Tidak melanggar hukum-hukum Syari’at

5.  Mempunyai sifat yang terpuji sesuai dengan hukum Syari’at

Perlu diketahui bahwa semua orang diberi wewenang oleh Allah menerima derajat kewalian.qodrat kewalian telah disiapkan tinggal bagaimana usaha manusia untuk memperoleh ridho dari Allah tersebut. Maka jangan khawatir dan takut, yang terpenting mengikuti risalah ini, Insya Allah akan berhasil

Sejarah singkat munculnya ilmu wali dan ilmu hitam

Ketika Sunan Bonang membaiat Sunan Kalijaga  di atas perahu tiba-tiba perahu tersebut bocor lalu sunan Bonang menghentikan pembaiatan dan mengambil tanah dari daratan untuk menambal kebocoran perahu ternyata di dalam tanah tersebut terdapat cacing, kemudian pembaiatan terhadap Sunan Kalijaga dilanjutkan, karena terlalu dahsyatnya pembaiatan Sunan Bonang maka cacing tersebut dapat mendengarkan dan mengikuti proses pembaiatan dan pada akhirnya cacing tersebut mampu berubah menjadi manusia. Karena belum sempurnanya ilmu yang dikuasai oleh sunan Kalijaga, beliau tidak mengetahui kalau ada orang yang ikut menguping wejangan sunan Bonang, setelah sempurna menerima ilmu dari Sunan Bonang akhirnya sunan Kalijaga tahu ada orang yang juga mencuri ilmu tersebut secara sembunyi maka orang tersebut diusir oleh sunan Kalijaga. Orang tersebut lari ke daratan dan menyebarkan ilmu yang tidak sempurna tersebut kepada masyarakat hingga terkenal dimana-mana. Setelah Sunan Kalijaga telah  menela’ah dan menyempurnakan ilmu dari Sunan Bonang dan siap menyiarkan di daratan. Betapa kagetnya Sunan Kalijaga ternyata ilmu tersebut sudah tersebar luas. Sunan Kalijaga teringat akan kejadian di atas kapal bersama Sunan Bonang ketika menerima ilmu ada orang yang berasal dari cacing yang ikut mendengarkan wejangan tersebut oleh Sunan Kalijaga dinamakan Siti Jenar. Karena ilmu yang tanpa izin dari guru (sunan Bonang) dapat menyimpang/ menyesatkan/ merusak ilmu Tauhid. Hal ini menyebabkan munculnya ilmu hitam. Sampai sekarang ilmu tersebut menjadi pegangan dan keyakinan masyarakat luas karena dianggap sebagai ilmu yang benar. Hal tersebut diatas dapat kita simpulkan bahwa ilmu yang tidak sempurna (tidak dilandasi dengan tauhid yang murni) dan tidak kita ketahui asal mulanya, walaupun luarnya sangat bagus dan sangat indah tetapi di dalamnya sangat kotor dan menyesatkan bagi kita, na’udzubillah.Maka dari  itu karena ilmu kewalian/tauhid yang telah begitu lama tidak muncul,yang tersebar selama ini hanya ilmu syari’at dan syari’at dari haqiqat. Alhamdulilah,dengan sifat Rohman dari Allah S.W.T ilmu tersebut  sekarang telah muncul/beredar dengan perantara para guru mursyid yang tersebut dalam silsilah mursyid yang sahih.

Amin Ya Robbal’alamin.

ﻮﺍﷲﺃﻋﻟﻡ

TINGKATAN IMAN

Tingkatan iman terdiri atas

1. Iman para Nabi dan rosul (khowasil khowas)
2. Iman para Waliyulloh/Ulama’ Akhirat (Khusus)
3. Iman orang awam

Iman tingkat pertama khusus bagi Nabi Muhammad S.A.W. yang diplilih Allah S.W.T. sehingga beliau benar-benar mampu melihat wujud Iman (Tauhid),ilmu tersebut disebut ilmu tauhid atau ilmu mukasyafah.Dengan ilmu ini bisa mendekatkan kepada allah dan bisa menyampaikan wushul pada Allah S.W.T..Oleh sebab itu Nabi Muhammad Saw diperintah oleh Allah S.W.T. untuk menyampaikan ilmu tauhid tersebut kepada umatnya agar menjadi umat yag bertanggung jawab pada Allah S.W.T..Siapakah hamba yang benar-benar bisa berpegang pada tali Allah S.W.T. sperti yang tercantum dalam dalam Qur’an Surat Ali-Imron ayat 103 :

Artinya : Dan berpeganglah kamu semua kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai…..

Dengan demikian seperti apa wujud tali Allah dan bagaimana supaya tidak terputus dari tali tersebut ? siapa yang memegang tali Allah, bagaimana cara berpegangan pada tali Allah tersebut ?.

Caranya :

Ruh dan hatinya melafalkan asma Allah-Allahangan-angan dan pikirannya tertuju pada Allah semata, itu yang dinamakan bertauhid. Maka dari itu hamba Allah adalah orang yang selalu bertauhid dan ikhlas terhadap hukum Allah. Orang-orang yang demikian disebut Ulama’ Warosatul Anbiya’, selain dari bukan termasuk didalamnya dan disebut Ulama su’ Khuthoba’ dan Qurro’ dan lainnya walaupun mengaku sebagai Ulama’ Warotsatul Anbiya’

Permasalahan yang muncul :

* Apa perbedaan ulama dan waliyulloh ?

Bila ulama belum tentu waliyulloh, tetapi bila waliyulloh pasti Ulama.Perbedaan terletak pada pemusatan hati dan  pemikiran  kepada Allah (bertauhid)

* Bagaimana jika orang yang disebut ulama kadang bertauhid kadang tidak ?

Orang tersebut digolongkan sebagai orang awam.

*

Bagaimana jika orang tersebut digolongkan sebagai kyai dan juga ulama tetapi tidak bertauhid ?
Orang tersebut digolongkan sebagai Ulama su’ (ulama duniawi); mayat hidup bergentayangan


Actions

Information

2 responses

25 04 2009
hafidz

Inilah sisi-sisi aswaja yang selama ini tidak bisa saya terima (cerita asal ilmu hitam) yang penuh khurafat dan takhayyul, Hal begini sangat ditantang oleh nama-nama besar yang anda kutip sebagai tokoh2 aswaja (Abu hasan al-asy’Ari, Imam mazhab yang empat serta Imam Ghazali.
Itulah sebabnya maka dikalangan muslim tradisional di Indonesia yang ngaku penganut aswaja sering dijumpai hal2 aneh baik sisi aqidah, ibadah. Ilmu kebal, kanuragan tenaga dalam dan sebagainya yang pada hakekaknya adalah sihir marak berkembang dikalanngan mereka

26 04 2009
hafidz

masalah wali menurut hemat saya adalah suatu hal yang sangat perlu direkonstruksi pemahamannya, selama ini waliullah mesti diidentikkan dengan karamah, dam karamah didefensikan sebagai suatu kejadan yang terjad pada orang shaleh yang diluar kebasaan manusia. Inilah konsepsi keliru tentang wali yang berkembang dtengah masyarakat, tambah runyam lagi dengan adanya istilah “tidak ada yang kenal wali melainkan wali itu sendiri.
Padahal Allah SWT mengatakan bahwa waliNya adalah setiap orang yang beriman dan bertaqawa. Semakin tinggi keimamnan dan ketaqwaan seseorang makin tinggi derjat keawaliannya walapun gak ada hal yang aneh2 terjadi pada dirinya. Dan al-Qur’an juga mengatakan orang yang paling karamah adalah yang paling taqwa.
Irtulah konsepsi Islam tentang wali, bukan seperti yang selama ini berkembang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: