Kentut Syekh Juha

11 02 2009

Pada suatu hari, Syekh Juha sedang melaksanakan sholat berjamaah di Masjid. ketika sudah sampai roka’at kedua, Ia tak bisa mengendalikan kentut yang sedari tadi Ia tahan. Akhirnya, Ia buang angin dengan suara yang sangat keras sehingga terdengar seluruh jama’ah lainnya.

Setelah peristiwa itu,  ia memutuskan untuk  tidak keluar rumah karena rasa malu yang ditanggungnya. Namun lama-kelamaan ia tidak tahan juga berdiam diri di rumah dan takut keluar karena malu, akhirnya ia memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah menuju tempat yang sangat jauh dari desa tersebut dalam waktu yang lama.

Setelah puluhan tahun, ia memutuskan untuk kembali ke desa untuk tinggal lagi di rumah yang ia tinggalkan dulu. setelah memasuki perbatasan desa, ia melihat gerombolan anak kecil yang sedang bermain di jalan. lalu ia memanggil salah satu anak kecil tersebut dan bertanya berapa umurnya, guna meyakinkan dirinya bahwa tidak ada lagi yang ingat tentang tragedi kentut yang membuat malu dirinya.

“Hai anak kecil, berapa umur kamu?”, Syekh Juha bertanya pada anak itu.

Lalu anak kecil itu menjawab, “Saya tidah tahu berapa umurku, tapi yang jelas kata ayahku, aku lahir saat seseorang bernama Syekh Juha kentut di masjid”.

Setelah mendengar jawaban anak kecil itu, Syekh Juha lalu kabur dan mengurungkan niatnya untuk kembali ke desanya karena malu.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: