Film Fitna

10 02 2009

Fitna adalah film Belanda karya politikus Belanda, Geert Wilders yang merupakan pemimpin Party for Freedom (PVV) di parlemen Belanda. Film ini berisi pandangannya mengenai Islam dan Qur’an dan merupakan film propaganda.

Film ini dirilis di internet pada tanggal 27 Maret 2008.
Latar belakang

Pembuatan film Fitna ini sendiri dilatar belakangi oleh kebencian Wilders terhadap Islam. Ia merasa bahwa Islam telah mengurangi kebebasan di Belanda.

“Pesan saya jelas, makin banyak islamisasi akan berarti berkurangnya kebebasan kita, akan mengurangi hal-hal yang kita junjung tinggi di Belanda dan di sebuah negara demokrasi”[3]

Namun sumber lain menyebutkan bahwa sesungguhnya Wilders adalah politisi yang mencoba mencari keuntungan dengan dibuatnya film tersebut, Ia adalah pendukung Yahudi. Isu Yahudi bagi seorang Wilders jelas sangat penting. Ini karena kaum Yahudi di Belanda, sebagaimana di kebanyakan negara Eropa dan Amerika Utara memiliki peran sangat kuat di bidang ekonomi dan politik. Dan Wilders membutuhkan bantuan dana dari para jutawan Yahudi setempat.
Perilisan

Wilders merilis film tersebut pada tanggal 27 Maret 2008 pukul 19.00 waktu setempat (Belanda) di situs video Liveleak. Semenjak itu, staf Liveleak menerima ancaman, dan memutuskan untuk menghapus video itu. Per 29 Maret 2008, sebuah plakat di atas situs itu menyatakan bahwa itu “hari menyedihkan bagi kebebasan berbicara di internet”. Versi bahasa Belanda dari film itu dilihat 1,6 juta kali dalam 2 jam.[rujukan?] Versi bahasa Inggris-nya dilihat 1,2 juta kali dalam 5 jam[rujukan?].

Awalnya, Wilders menegosiasikan kemungkinan penyiaran film itu di televisi Belanda. Isi film itu tidak diketahui saat itu. Tidak ada perusahaan penyiaran Belanda yang setuju untuk menyiarkan keseluruhan film itu tanpa disunting. Lalu Wilders mengatakan bahwa dia lebih baik menyiarkan keseluruhan film itu di Internet daripada hanya separuh disiarkan di televisi [rujukan?].

Kemudian, pusat pers Belanda Nieuwspoort dilaporkan bersedia menyiarkan film itu, selama Wilders bersedia membayar biaya keamanan yang bertambah selama konferensi pers dan minggu-minggu setelahnya. Wilders menolak melakukan itu.[5]

Pada tanggal 22 Maret, Asosiasi Penyiaran Muslim Belanda (NMO) menawarkan untuk menyiarkan film itu jika mereka dapat melihat film itu untuk memeriksa kemungkinan adanya materi ilegal dan Wilders bersedia berpartisipasi dalam debat paska penyiaran dengan pihak yang mendukung dan pihak yang menentang.[6] Wilders menolak dan berkata “Tidak, NMO.”
Kecaman

Berbagai kecaman terus muncul seiring dengan diputarnya film propaganda ini. Sekjen PBB Ban Ki Moon mengutuk penayangan film ini.[8][9] Pemerintah Iran memanggil duta besar Belanda untuk memprotes penayangan film tersebut. Begitu pula dengan Malaysia. Bahkan, mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad, menyerukan kepada seluruh ummat Islam untuk memboikot semua produk Belanda.[10][11] Sedangkan pemerintah Indonesia dengan tegas mengecam dan mencekal Geert Wilders apabila Ia hendak berkunjung ke Indonesia.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: