Berkunjung ke Kampus UIN Jakarta, Presiden Iran juga bicara nuklir

10 02 2009

Presiden Iran Dr Mahmoud Ahmadinejad tidak henti-hentinya mengkampanyekan kepentingan negaranya melanjutkan program nuklir. Ketika berpidato di kampus Universitas Indonesia Depok dan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, sang doktor juga menegaskan kembali program yang ditentang banyak negara Barat itu.

“Saya tegaskan Iran tidak akan mundur selangkah apa pun terhadap tekanan Barat. Iran akan meneruskan program nuklir, yang dirancang untuk tujuan damai,” ucap Ahmadinejad yang sebelumnya berprofesi sebagai dosen tersebut.Ahmadinejad balik bertanya, mengapa pihaknya tidak boleh menguasai suatu teknologi, yang selama ini diklaimnya untuk tujuan damai. Sementara negara-negara Barat bahkan menggunakan teknologi itu untuk senjata.

“Kenapa kami tidak boleh mempunyainya (teknologi nuklir), meski itu untuk tujuan damai. Apakah logis, kalau mereka (negara Barat) mengidentikkan perdamaian di Timur Tengah adalah ketika kami harus meninggalkan teknologi nuklir yang telah kami punyai?” imbuhnya. Ahmadinejad bahkan balik menyerang bahwa negara-negara Barat tersebut seharusnya melucuti senjata nuklir dari daftar persenjataannya.

Ahmadinejad juga menandaskan kalau ini merupakan akal-akalan negara Barat untuk mencapai kepentingan terselubungnya. “Lihat saja, demokrasi dan liberal yang selalu mereka tawarkan, selalu berwajah ganda. Wajah pertama memang bagus, yakni mengedepankan kebebasan dan HAM. Namun, wajah kedua merupakan wajah kepentingan dari negara-negara Barat untuk memuluskan skenarionya,” urainya. Mantan Wali Kota Teheran tersebut mencontohkan, kalau memang prinsip-prinsip demokrasi ditegakkan, seharusnya negara-negara Barat mengakui kemenangan HAMAS dalam pemilu Palestina. “Kenyataannya tidak. Ini mengungkap kedok kalau negara-negara Barat selalu melanggar sendiri prinsip-prinsip mereka akan demokrasi,” tandasnya.

Secara khusus, Ahmadinejad pun juga mempersoalkan eksistensi Israel. “Negara Israel sengaja didirikan sebagai perpanjangan kepentingan negara Barat, plus untuk kepentingan Zionisme. Negara itu dibangun berdasarkan kezhaliman, dan riwayatnya pasti tidak bakal panjang,” tegasnya. Ahmadinejad pun juga mempertanyakan kenapa negara-negara Barat tidak mempersoalkan teknologi nuklir yang diduga kuat juga dimiliki Israel.

Bahkan, Ahmadinejad pun juga sempat menyinggung mengenai masalah holocaust (pembantaian 6 juta orang Yahudi di Eropa oleh Nazi). “Jika pembantaian tersebut memang benar terjadi, kenapa negara Israel harus berdiri di Timur Tengah, bukannya di Eropa? Hal ini jelas-jelas merupakan strategi dari negara-negara Barat untuk memuluskan skenarionya demi kepentingannya,” tandasnya.

Di bagian lain, sebelumnya Ahmadinejad sempat melakukan ziarah ke TMP Kalibata. Ahmadinejad didampingi Menteri Teknologi Iran Muhammad Soelaemani, Menristek RI Kusmayanto Kadiman, Dubes Iran untuk Indonesia Behrooz Kamalvandi, dan Dubes RI untuk Iran Basri Hasanudin.

Selanjutnya, Presiden Iran tersebut melanjutkan lawatannya ke Kampus UI, Depok. Di sana, Ahmadinejad disambut langsung oleh Rektor UI Prof. Dr. Usman Chatib Warsa. Selanjutnya, Ahmadinejad berkesempatan menjelaskan kebijaksanaan luar negeri negaranya dalam studium generale. Dalam acara tersebut, Ahmadinejad menggunakan bahasa Parsi, yang langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Setelah melakukan penjelasan, sempat terjadi sesi tanya-jawab. Menariknya, dalam acara tersebut, Fatimah, salah seorang perempuan peserta acara tersebut ketiban rezeki. Gara-gara membuka pertanyaan dengan bahasa Parsi dan bertanya mengenai bagaimana cara melakukan penelitian di Iran, perempuan yang sedang menempuh studi pasca sarjana politik Internasional Timur Tengah UI tersebut mendapat ACC langsung dari orang nomor satu di Iran tersebut untuk melakukan penelitian di Iran langsung. “Nanti saya minta Bapak Rektor untuk langsung mengirimkan proposal penelitian Anda ke Dubes saya di sini. Saya akan memfasilitasi dan menindaklanjutinya. Kebetulan, Iran juga akan membuka program beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang melakukan penelitian mengenai Iran,” ucap Ahmadinejad, yang langsung disambut tepuk tangan para peserta.

Beberapa mahasiswa UI yang mengenakan jas kuning almamater kebanggaan pun sempat menyorongkan poster berbunyi ‘Nuclear For Peace’, guna menunjukkan dukungan mereka terhadap program nuklir Iran.
Selain itu, Ahmadinejad sendiri ternyata mempunyai sense of humor yang cukup tinggi. Buktinya, Umar Chatib sempat menjelaskan dalam sambutannya, kalau UI adalah kampus dengan luas 315 hektare dengan 3.800 mahasiswa. Hal ini kemudian ditimpali Ahmadinejad, “Wah, kalau tanah seluas itu dibagikan, tiap mahasiswa bisa dapat 80 meter persegi,” kelakarnya.

Sementara itu, Ahmadinejad sendiri tiba di UIN Syarif Hidayatullah pada pukul 15.15, terlambat 45 menit dari jadwal yang telah ditetapkan. Di kampus ini, Ahmadinejad juga langsung disambut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra. Di kampus yang dulunya bernama IAIN tersebut, sempat terjadi insiden, di mana puluhan mahasiswa yang terlambat hendak memaksa masuk ke gedung tempat Ahmadinejad pidato. Sempat terjadi dorong-mendorong antara petugas dan para mahasiswa.

Saat pidato, lagi-lagi Ahmadinejad menunjukkan kalau di balik sikapnya yang tegas, dirinya juga seorang humoris. Ketika itu, saat sedang menjelaskan mengenai kenapa pihaknya tetap akan meneruskan program nuklir, tiba-tiba saja microphone-nya berbunyi ‘tret..tret..tret’. Rupanya, ada induksi sinyal, ketika HP sang moderator tiba-tiba berbunyi. “Inilah ponsel, kadang tidak berbunyi saat dibutuhkan, dan juga sering bunyi saat tidak diharapkan,” celetuk Ahmadinejad, yang membuat muka si moderator merah padam, dan buru-buru mematikan ponsel-nya.

Sambutan para mahasiswa di UIN pun relatif lebih meriah. Ruangan auditorium pun disesaki sekitar 300 mahasiswa, yang tiap beberapa saat berteriak ‘Allahu Akbar’. Bahkan, tiga dari lima penanya pun juga selalu menyisipkan pesan khusus kepada Ahmadinejad di akhir pertanyaan. “Saya berpesan kepada Anda, Presiden Ahmadinejad. Jangan pernah menyerah terhadap tekanan Barat, karena kami selalu akan mendukung anda. You’ll never walk alone,” ucap seorang mahasiswi penanya, seraya menirukan slogan pendukung Liverpool. “Terima kasih, terima kasih. Bangsa dan rakyat Iran pun juga akan selalu di sisi Indonesia. Semua kemajuan dan keberhasilan yang dimiliki bangsa Iran juga akan dimiliki bangsa Indonesia,” tandas Ahmadinejad.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: