Ilmu Tasawuf dan Ilmu Hikmah

26 01 2009

Oleh : Anang Luqman Afandi*

PENGERTIAN TASAWUF

Yaitu bersungguh-sungguh (dalam berbuat baik) dan meninggalkan sifat-sifat tercela (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 7).

Aslinya Tasawuf (yaitu jalan tasawuf) adalah tekun beribadah, berhubungan langsung kepada ALLAH, menjauhi diri dari kemewahan dan hiasan duniawi, Zuhud (tidak suka) pada kelezatan, harta dan pangkat yang diburu banyak orang, dan menyendiri dari makhluk di dalam kholwat untuk beribadah (Lihat kitab Zhuhrul Islam IV-Halaman 151).

Adapun batasan tasawuf adalah : Maka berkata Junaed : yaitu bahwa kebenaran mematikanmu dari dirimu dan kebenaran tersebut menghidupkanmu dengan kebenaran tersebut. Dan ia berkata juga : Adalah kamu bersama ALLAH tanpa ketergantungan. Dan dikatakan : Masuk pada segala ciptaan yang mulya dan keluar dari segala ciptaan yang hina. Dan dikatakan : Yaitu akhlak mulia yang tampak pada zaman yang mulia beserta kaum yang mulia. Dan dikatakan : Bahwa kamu tidak memiliki sesuatu dan sesuatu itu tidak memiliki kamu. Dan dikatakan : Tasawuf itu dibangun atas 3 macam : (1) Berpegang dengan kefakiran dan menjadi fakir (2) kenyataan berkorban dan mementingkan orang lain (3) Meninggalkan mengatur dan memilih (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 4).

PENGERTIAN ILMU HIKMAH

Ilmu hikmah adalah sebuah ilmu kebatinan dengan metode zikir dan doa, adakalanya juga dengan mantra berbahasa Arab atau campuran tetapi tidak bertentangan dengan akidah dan syari’at Islam, ditujukan untuk urusan duniawi seperti kekebalan, pangkat, karir, perjodohan, pengasihan dan lain-lain.

TATA CARA MENGUASAI TASAWUF

Maka wajiblah beramal dengan Islam, Maka tidak ada tasawuf kecuali dengan fiqih, karena kau tidak mengetahui hukum-hukum ALLAH Ta’ala yang lahir kecuali dengan fiqih. Dan tidak ada fiqih kecuali dengan tasawuf, karena tidak ada amal dengan kebenaran pengarahan (kecuali dengan tasawuf). Dan juga tidak ada tasawuf dan fiqih kecuali dengan Iman, karena tidaklah sah salah satu dari keduanya (fiqih dan tasawuf) tanpa iman. Maka wajiblah mengumpulkan ketiganya (iman, fiqih, tasawuf) . (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 5).

Imam Malik berkata : Barangsiapa bertasawwuf tapi tidak berfiqih maka dia telah kafir zindiq (pura-pura beriman), dan barangsiapa yang berfiqih tapi tidak bertasawuf maka dia telah (berdosa) dan barangsiapa yang mengumpulkan keduanya (fiqh dan tasawwuf) maka dia telah benar. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 6).

Jadi Tasawwuf itu harus melalui Iman (akidah), Islam (syari’ah) dan Ihsan (Hakikat). Atau amal Syari’ah, Thoriqoh dan Hakikah. Maka Syari’ah adalah menyembah ALLAH, Thoriqoh adalah menuju ALLAH, dan Hakikah adalah menyaksikan ALLAH. Atau Syari’ah itu untuk memperbaiki lahiriah, Thoriqoh untuk memperbaiki bathiniah (hati), dan Hakikah untuk memperbaiki Sir (Rahasia diri). Memperbaki anggota tubuh dengan 3 perkata : Taubat, Taqwa dan Istiqomah. Dan memperbaiki hati dengan 3 perkara : Ikhlas, jujur dan tenang. Dan memperbaiki Sir (Rahasia Diri) dengan 3 perkara : Muroqobah (saling mengawasi antara diri dan ALLAH), Musyahadah (saling menyaksikan antara diri dan ALLAH), dan Ma’rifah (Mengenal ALLAH secara mutlak dan jelas).(Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 11).

Harus melalui Ikhlas tingkat tertinggi (Khowwasul Khowwash). Dan ikhlas itu ada 3 derajat : (1) Derajat Awam (umumnya manusia) (2) Khowwash (3) Khowwasul Khowwash. Maka (1) ikhlasnya orang awam yaitu mengeluarkan makhluk dari beribadah kepada ALLAH beserta mencari bagian-bagian dunia dan akhirat. seperti menjaga badan, harta, keluasan rizki, perdagangan dan yang indah dipandang (2) Ikhlasnya Khowwash adalah mencari bagian akhirat tanpa mencari bagian dunia. (3) Dan ikhlasnya Khowwashul Khowwash adalah mengeluarkan bagian-bagian semuanya (dunia dan akhirat). Maka ibadah mereka adalah sebenar-benar penyembahan, dan melaksanakan tugas-tugas dari ALLAH, atau cinta dan rindu melihat-Nya. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Faridh: “Bukanlah permintaanku berupa surga jannatun na’im, hanya saja aku mencintai surga untuk melihat-Mu” (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 31-32).

TATA CARA MENGUASAI ILMU HIKMAH

Dengan puasa, zikir/wirid, amalan, doa, membaca ayat-ayat Qur’an, dengan mantra, sya’ir-syair yang dibuat para Ulama Hikmah atau yang didapat dari ilham para Ulama Hikmah atau dari ilham Ahli Tasawuf dan lain-lain

TUJUAN TASAWWUF

Tujuannya adalah Ma’rifatullah (mengenal ALLAH secara mutlak dan lebih jelas)

TUJUAN HIKMAH

Tujuannya masalah duniawi seperti kekebalan, kesaktian, pengasihan, jodoh, ramalan, pengobatan, kerejekian dan lain-lain

KEKUATAN LUAR BIASA

Kekuatan luar biasa ilmu hikmah termasuk kekuatan luar biasa Hissiah (panca indera/lahiriah) seperti berjalan di atas air, terbang di udara, melipat bumi, menimbulkan air, menarik makanan, tampaknya kegaiban dan lain-lain. Dan kekuatan luar biasa ahli tasawwuf adalah Hakikah / Ma’nawiyyah (sebenar-benarnya karomah) yaitu istiqomahnya (kontinyu) seorang hamba kepada Tuhannya dalam lahir dan bathin. Terbukanya hijab dari hatinya sehingga mengenal jelas Tuhannya. menguasai dirinya dan berbeda dengan hawa nafsunya, kuat yakinnya dan diamnya, tenang dengan ALLAH. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).

Imam Ibnu ‘A-tho-illah berkata : Seringkali ALLAH memberi rizki karomah (kekeramatan) pada orang yang tidak sempurna isqomahnya. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).

Yang diambil pelajaran oleh Ahli Tahqiq (Ahli Tasawwuf sejati) adalah jangan mencari karomah Hissiah ini dan jangan berpaling kepadanya. Karena kadang tampak karomah Hissiah ini pada tangan orang yang tidak sempurna istiqomahnya. Bahkan kadang tampak pada tangan orang yang tidak ada istiqomah sama sekali, seperti para tukang sihir dan dukun. Dan kadang tampak pada tangan-tangan Rahib (pendeta).Dan ini bukanlah karomah tapi Istidroj. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).

Imam Abu Yazid Al Bustomi berkata : “Jika kamu melihat seseorang yang diberikan karomah (kekeramatan) sehingga dia dapat terbang di udara maka janganlah kamu tertipu dengannya sehingga kamu melihat bagaimana kamu mendapatkan dia melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, menjaga batasan-batasan, dan melaksanakan syari’at” (Lihat kitab Risalah Qusyayriyyah halaman 14 atau buku 40 Masalah Agama III halaman 38)

Sumber :

Kitab Iyqo-zhul Himam fii Syarhil Hikam cetakan dan terbitan Al Haromain, Jeddah karangan Al ‘Arif Billah Ahmad bin Muhammad bin ‘Ajibah Al Husni.

* Santri Pesantren Ciganjur


Actions

Information

13 responses

17 02 2009
nunu_mjly

ilmu tasawuf adlh ilmu yg sngt sy sukai. krn dgn tasawuf hati kt akn menjadi semakin tenang dlm menghadapi kehidupan yg serba komplek ini.jazakumulah ats ilmunya.

30 03 2009
siti sadiyah

asal-usulnya ilmu tasawuf ???????????????????????????

4 04 2009
H.M. Arief

Terima kasih atas artikel ilmu Tsasawuf & Hikmah sebagai perbandingan membaca, melihat & mendengar. Susah untuk menjadi manusia yang sesungguhnya, kebanyakan hanya wujud manusia tapi kalau di lihat mata batin ternyata bukan manusia melainkan berbentuk hewan. Kebanyakan orang hanya mengakui kebenaran tapi pelaksanaanya sulit di terapkan. Saya dukung 100 % artikel2 Anda & terus gali ilmu2 yang bernafas islam spy orang2 di sekitar kita tidak lupa tentang ajaran islam. So… berbuat baik tidak ada ruginya, maju terus !

9 04 2009
mbah amat

bos kita satu aliran.

9 04 2009
mbah amat

kalo ada artikel baru, kirim ke aq ya.. makasih

11 04 2009
permana

Apakah ad hub antra ilmu tsawuf dg ilmu kejawen and psikologi…pnjelasan anda ttg ilm tswuf sangat menarik, sy kira bnyak mnusia yg lupa akan hti nuraninya, cnderung hasut, kikir and munafik. Apa karna usia dunia ini dh trlalu tua?

18 04 2009
indri

Makasih banget artikelnya shg dpt menambah wawasan saya tentang tasawuf

25 04 2009
hafidz

Saya ingin menyampaikan bahwa ungkapan “: Barangsiapa bertasawwuf tapi tidak berfiqih maka dia telah kafir zindiq (pura-pura beriman), dan barangsiapa yang berfiqih tapi tidak bertasawuf maka dia telah (berdosa) dan barangsiapa yang mengumpulkan keduanya, bukanlah perkataan Imam Malik, tapi kebohongan yang dibuat-buat saja. Tdak ada sedikitpun bukti yang bisa dipercaya bahwa imam malik adalah seorang sufi sebagaimana yang dkenal sekarang ini.

25 04 2009
hafidz

saya ingin berbagi pengalaman tentang tasawwuf yang dilembagakan menjadi tarekat, saya selama lebh kurang 13 tahun ikut salah satu tarekat, ternyata setelah saya sedikit belajar ilmu hadits barulah saya tahu betapa banyaknya hadis2 palsu yang dijadikan hujjah dan pegangan oleh orang2 tarekat. seperti “siapa yang mengenal tuhan ia pasti kenal Allah”, dan “aku (Allah) adalah perbendaharaan yang tersembunyi, aku ingin dikenal, maka kuciptakan makhluk, maka dengan aku mereka mengenal aku, trus hadis2 tentang nur muhammad ternyata palsu belaka. Saya keluar dan bertobat dari ajaran yang sesungguhnya banyak berasal dari filsafat Yunani, india dan Hindu Budha. Maka saya ingin mengajak kawan2 agar hati2 dalam beragama

25 04 2009
hafidz

tanggapan utk tasawwuf dan pembersihan hati
Islam agama yang lengkap, ia memandang seala sesuatu dengan utuh terutama memanang manusa, manusia dalam pandangan islam adalak makhluk fisikal, intelektual dan spritual. Nah Islam sudah lengkap memberkan ajaran tentang 3 unsur ini bagaimana senantiasa bisa sehat, bersih dan sebaganya. Dalam Islam istilah yang tepat untuk urusan hat adalah TAZKIYATUNNAFS, di buku2 yang berbcara tentang tazkiyatunnafs kita dengan gamblang akan tahu bagaimana menjaga hati, merawat dan megobatinya. Sebaiknya kita pakai istlah tazkyatunnafs ini ketimbang tasawwuf yang tidak jelas asal-usulnya. Banyak yang ikut tasawwuf lalu kemudian beribadah, berzikir yang aneh (ex puasa pati geni, zikir dengan cara gleng2 kepala dengan bilangan yang entah darimana asalnya). Mari kita syi’arkan istlah ajaran agama kita yang jelas asal dan dalilnya. Qur’an dan sunnah banyak sekali berbicara tentang hati, fungsi, sehat sakit bahkan matinya, bagaimana memproteksi dan mengobatnya. Lebih jelas dari tasawwuf bak siang dan malam

25 04 2009
hafidz

Jangan terkeceoh
Seandainya ada ilmu atau amalan yang bisa membuat orang bisa terbang, jalan diatas air, kebal, melipat bumi, menarik makanan dan lain, maka pastilah Nabi dan para sahabat lebih duluan melaksanakan dan mendapatkan manfa’atnya. Tapi coba kita lihat, Nabi tak pernah bisa terbang, ia terluka dalam parang uhud dan ketika hijrah ke Tha’if, Abu Bakar, Umar dan Usman meninggalnya terbunuh, Khlaid bin Walid walaupun meninggal di rumah tapi ada puluhan bekas luka di tubuhnya. Nabi dan para sahabat ketika di boikot kafir qurasy menderita lapar juga sampai Amru bin ‘Ash mengatakan bahwa buang air besar mereka seperti buang air besar onta karena sama2 makan rumput, mereka yang begitu dekat dengan Allah ternyata gak punya ilmu menarik makanan,

26 04 2009
Donny

Tolong mas , email saya dialamat diatas saya mau belajar lebih banyak lagi .Dan kalau ada forum terbuka ,ttg zionisme dan israel ,undang saya.Terima kasih .

3 01 2010
lutvi

as.fren ada artikel masalh tasawuf kirimkan ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: