Definisi Tasawuf

26 01 2009

Oleh : Anang Luqman Afandi*

Ada berbagai pengertian mengenai tasawuf diantaranya yaitu:
A. Secara Etimologi (Bahasa)
1). Berasal dari kata Ahl Al-Shuffah
Yaitu sebutan bagi orang – orang yang pda zaman Rasulullah SAW. hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. di sekitar
Masjid Madinah, mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. Karena hijrah dengan meninggalkan harta benda mereka, mereka hidup
miskin dan papa, pada akhirnya mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT.


Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan pelana yang disebut suffah sebagai bantalnya.
Kata sofa dalam bahasa Eropa berasal dari kata suffah.
Mereka Ahl Al-Suffah berhati dan berakhlak mulia walaupun miskin, itu merupakan sebagian dari sifat – sifat sifat kaum sufi.
2). Berasal dari kata Shafa’ (suci bersih)
Yaitu sekelompok orang yang menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih
dan disinari cahaya hikmah, tauhid, dan kesatuan dengan Allah SWT.
3). Berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol)
Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. Pakaian yang terbuat dari bulu domba menjadi pakaian khas kaum
sufi, bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar, itulah lambang dari kesederhanaan
pada saat itu. Berbeda dengan orang kaya saat itu yang memakai kain sutra. Mereka hidup sederhana dan miskin tetapi berhati mulia, saat awal
suluk (perjalanan menuju Allah dalam agama), mereka hidup sangat wara’ (menjaga diri dari berbuat dosa dan maksiat).
4). Berasal dari wazan “tafa”ala” dalam ilmu tashrif bahasa arab yaitu “tafa”ala – yatafa”alu – tafa”ulan”, kata tasawuf berarti berasal dari
mauzun “tashawwafa – yatashawwafu – tashawwufan”.

Menurut pengertian bahasa arab:
Tasawuf merupakan singkatan dari huruf ta` (taubah), shad (shafa`), wawu (wilayah), fa` (fana`) yang nantinya akan dibahas pada babnya masing – masing.

B. Secara Teminologi
1). Menurut Al – Juroiri berpendapat tentang tasawuf:
“Memasuki kedalam akhlak yang bersifat sunni dan keluar dari akhlak (Budi Pekerti) yang rendah.”
2). Menurut Al – Junaidi
“Tasawuf membersihkan hati dari apa yang mengganggu perasaan kebanyakan makhluk, berjuang menanggalkan pengaruh budi yang asal (instink) kita,
memadamkan sifat – sifat kelemahan kita sebagai manusia, menjauhi segala seruan dari hawa nafsu, mendekatti sifat – sifat kerohanian, dan
bergantung pada ilmu hakikat, memakai barang yang penting dan terlebih kekal, menaburkan nasihat kepada umat manusia, memegang janji dengan Allah
dalam hal hakikat dan mengikuti contoh rasulullah dalam hal syariat.

* Santri Pesantren Ciganjur


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: