Definisi Tasawuf, Versi 2

26 01 2009
Oleh : Anang Luqman Afandi
Berbagai ahli melihat Tasawuf sebagai sebagai cabang filsafat, ada yang melihat dari segi ilmu makrifat. Istilah “tasawuf”(sufism), yang sangat populer digunakan selama berabad-abad, dan sering dengan bermacam-macam arti, berasal dari tiga huruf Arab, sha, wau dan fa. Banyak pendapat tentang alasan atas asalnya dari sha wa fa. Ada yang berpendapat, kata itu berasal dari shafa yang berarti kesucian.
Pendapat lain kata itu berasal dari kata kerja bahasa Arab safwe yang berarti orang-orang yang terpilih. Makna ini sering dikutip dalam literatur sufi. Sebagian berpendapat bahwa kata itu berasal dari kata shafwe yang berarti baris atau deret, yang menunjukkan kaum Muslim awal yang berdiri di baris pertama dalam salat atau dalam perang suci. Sebagian lainnya lagi berpendapat bahwa kata itu berasal dari shuffa, ini serambi rendah terbuat dari tanah liat dan sedikit nyembul di atas tanah di luar Mesjid Nabi di Madinah, tempat orang-orang miskin berhati baik yang mengikuti beliau sering duduk-duduk. 1)
Sebagian berpendapat bahwa Tasawuf berasal dari kata Shuf , sebuah pakaian yang terbuat dari wol yang digunakan oleh para ahli ibadah dan zuhud yang tidak tertarik kepada gaya hidup mewah. Hasan Al-Basry ra. pernah berkata, “Aku telah menemui tujuh puluh ahli Badar (para sahabat Nabi yang menghadiri perang Badar). Mereka semua memakai baju yang terbuat dari wol.” Ada juga yang berpendapat bahwa Tasawuf berasal dari Shaf (barisan), karena mereka berada pada barisan terdepan di hadapan Allah Swt. Ada yang berkata berasal dari Shufah, beranda masjid Nabawi di Madinah. Nicholson salah mendefinisikannya, bahwa Tasawuf berasal dari kalimat Yunani, Budha atau yang lainnya. Padahal tidak ada bukti sedikitpun yang menunjukkan bahwa Tasawuf berasal dari kalimat Yunani sophis.
Abdul Qadir Jailani mendefinisikan, “Tasawuf tidak bisa diperoleh dengan perkataan dan pendapat manusia. Tapi tasawuf hanya bisa diperoleh lewat lapar dan memutuskan kebiasaan dan kenikmatan.” Sedangkan Abu Hamid Al Ghazali berkata, “Tasawuf adalah mengosongkan hati hanya untuk Allah swt, dan meremehkan segala sesuatu selain-Nya. Yakni menyerah sepenuh hati kepada Allah dan meyakini bahwa segala sesuatu selain-Nya tidak dapat membahayakan dan memberikan manfaat. Maka tidak bergantung kecuali kepada Allah. Yang dimaksud dengan “meremehkan selain Allah” adalah meyakini bahwa sesuatu itu tidak bisa membahayakan dan memberi manfaat, bukan menghina dan merendahkannya.” Menurut Ibn Athaillah Assakandari (seorang penulis buku hikmah terkenal) adalah manja kepada Allah. Sedangkan Abul Hasan Asy-Syadzili berpendapat bahwa Tasawuf adalah latihan menghamba dan upaya menundukkan jiwa kepada hukum-hukum ilahi. Muhyiddin Ibn Al-‘Arabi berkata, “Tasawuf adalah mengikat lahir dan batin dengan adab-adab syariat.” Adapun Zakariya Al Anshari mendefinisikannya sebagai sebuah ilmu yang menjelaskan kiat membersihkan jiwa, mensucikan akhlak dan membentuk lahir dan batin untuk meperoleh kebahagiaan abadi.2)

1) www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/15/1/

pustaka-235.html

2) www.perpustakaan-islam.com/

Sufis whirling outside Rumi's tomb.  "Konya", Turkey


Actions

Information

One response

20 03 2011
abdullah alawi

salam kenal…bung, tukeran ling yuk. blogmu dan kucantumkan di http://kobong2011.blogspot.com/ erima kasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: