Anak Muda dan Santri NU, Pakailah Sarungmu dan kembali ke Musholla!

30 01 2007

Masjid tidak hanya tempat bersujud kepada Sang Pencipta. Lebih dari itu masjid juga berfungsi sebagai ruang publik bagi umat Islam di sekitarnya untuk bersilaturahmi, bertukar gagasan dan bahkan mengembangkan kemandirian ekonomi umat.

Di pojok-pojok desa dan gang-gang kecil tengah kota, kehadiran masjid merupakan sebuah oase yang memberikan kesegaran ruhani bagi masyarakat sekitarnya. Para musafir yang ingin beristirahat sejenak pun dapat singgah sebentar di masjid.

Saya teringat masa kecil dulu di kampung dimana setiap selesai maghrib, suasana musholla di dekat rumah saya pun ramai oleh celotehan bocah-bocah cilik yang sedang mengeja alif ba ta didampingi seorang ustadz muda.

Namun pada bulan ramadhan, saya dan sejumlah teman selalu teliti melihat daftar imam shalat tarawih. Ada seorang imam tua yang tidak bisa cepat dalam memimpin shalat tarawih, maka kami pun pasti “hijrah” ke masjid atau musholla lain yang imam tarawihnya terkenal “express”. Maklumlah, shalat tarawih di daerah saya tidak ada yang 11 rakaat, semuanya 23 rakaat yang –mungkin- jadi penanda bahwa masjid atau musholla tersebut berkultur NU. Jadi, satu-satunya pilihan hanyalah teliti mencari musholla atau masjid yang imamnya “express”.

Pada setiap peringatan hari besar Islam, kami, para remaja masjid tampak bersusah payah menyelenggarakan peringatan tersebut. Pada hari ahad, biasanya kami berkeliling kampong untuk memohon sumbangan kepada warga untuk kesuksesan acara tersebut. Tidak lupa, kami bersama-sama kerja bakti membersihkan musholla.

Pusat aktivitas kami, para remaja adalah di sekitar musholla. Setiap sore, para remaja bermain bola sampai ketika adzan maghrib berkumandang menggantikan peluit tanda pertandingan harus berakhir.

Namun, itu dulu, ketika “politik” hanya boleh sampai di Daerah Tingkat II. Kini, ketika sejumlah partai politik “turun ke bawah”, suasana itu pelan-pelan hilang.

Sebuah partai politik yang melabeli dirinya sebagai “partai dakwah” pelan tapi pasti berusaha “menduduki” musholla kami. Saya terhenyak melihat lembaran jadwal imsakiyah ramadhan yang ditempel di musholla kami berlabel partai dakwah tersebut. Rupanya ada teman saya yang menjadi aktivis partai tersebut.

Ketika banjir besar melanda Jakarta tahun 2002, banyak musholla dijadikan posko banjir oleh partai dakwah tersebut. Spanduk besar warna putih berlogo partai tersebut tampak menghiasi pagar musholla kami.

Pada 2004, kembali saya terhenyak ketika si partai dakwah meraih suara mayoritas di Jakarta tidak terkecuali di daerah saya mengalahkan partai lain yang secara tradisional mempunyai konstituen setia.

Tulisan ini tidak bermaksud menyebarkan kebencian terhadap si partai dakwah tersebut. Saya hanya mencoba introspeksi seberapa besar kesalahan saya sehingga musholla kami sebagai tempat ibadah yang seharusnya menaungi segenap aspirasi umat bisa “dibajak” oleh sebuah partai.

Fenomena musholla di dekat rumah saya ternyata terjadi juga di daerah lain. Pak Masdar F. Mas’udi mensinyalir bahwa sejumlah masjid dan musholla dengan kultur NU telah “dibajak” oleh kelompok Islam lain yang notabene tidak sesuai dengan sikap moderatisme yang diusung NU. Kiai Masdar dalam beberapa komentarnya di NU Online menjelaskan fenomena “pembajakan” masjid dan musholla sebagai bagian dari usaha “meradikalisasi” umat Islam Indonesia yang sebagian besar berkultur NU (Baca: ahlus sunnah wal jamaah).

Walhasil, pikir saya –sesudah membaca komentar kiai Masdar- tentu bukan salah para aktivis Islam radikal tersebut bila mereka mencoba “merebut” masjid dan musholla berkultur NU. Yang paling bersalah jelas adalah orang-orang seperti saya yang dengan bangga melabeli dirinya dengan julukan anak muda NU namun hanya sibuk berwacana, berpolitik, ber-LSM namun abai terhadap masjid dan musholla di sekitar rumahnya. Ya Allah. Ampunilah kami, anak muda NU. WaLlahu a’lam.


Actions

Information

5 responses

3 03 2007
M Shodiq Mustika

Alangkah bagusnya bila anank daftarkan postingan ini di
http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/28/pendaftaran-%e2%80%9ctop-posts%e2%80%9d-jan-feb-2007/
pada kategori Reformative dan kategori lain yang relevan.

25 03 2007
M. Abdul Hady JM

salam sejahtera, salam kenal

disini kami tidak akan memberi komentar tentang tulisan iitu. tetapi hanya ingin kenalan. untuk itu kami mohon informasi lebih lanjut tentang riwayat hidup bapak, dll.
terima kasih

25 03 2007
M. Abdul Hady JM

salam kenal.
mohon informosi riwayat bapak

25 03 2007
Anank

Riwyat hidup saya ada di blog bagian the profile
Syukron Katsir

6 07 2009
Lukman

mushalah diberi tauqoly akan lebih akurat.
http://www.mauqutaabadia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: